
KRL Bogor-Jakarta-Bogor adalah salah satu miniatur publik transportasi di Indonesia yang memberikan alternatif solusi efektif kebutuhan masyarakat pekerja dari Bogor ke Jakarta. Mobilitas tinggi masyarakat yang melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari antara dua kota besar terus-menerus kondisi macet dan waktu tempuh yang lama menjadikan KRL sebuah pilihan solusi terbaik.
Faktanya perjalanan ini, tidak hanya menjadi tantangan psikologis, fisik, tetapi juga tantangan sosial yang sangat jelas terlihat, didalamnya terlihat secara nyata perubahan perilaku sosial akibat pergeseran era digital.
Masyarakat yang semula dapat menikmati kebersamaan dalam ruang dekat secara fisik yang dahulu menjadi tempat tatap muka, bicara, saling mengenal, senda gurau dan interaksi langsung kini bergeser ke ruang virtual, boro-boro bicara, apapun yang tejadi disekitar saja hanya selirikan mata dilihat.
Semua terlihat asik dengan gadget nya yang membuka berbagai aplikasi. Karenanya, dengan kemudahan komunikasi digital, jarak Bogor-Jakarta terasa melelahkan, masyarakat tetap dapat menjaga hubungan sosial melalui teknologi.
Namun, hal ini membawa paradoks semakin sering menikmati dunia maya, relasi fisik menjadi tersisihkan, dan kedekatan nyata pun berubah menjadi jarak yang terlihat semakin jauh secara sosial “ora peduli”.
Ilustrasi diatas, sangat terasa, pas naik KRL dari Stasiun Karet ke Stasiun Bogor, perjalanan yang harapannya penuh dengan asiknya bertemu dengan orang baru, ngobrol, berkenalan, bercerita dan bergurau asik, jelas-jelas tidak dapat dirasakan. Yang terlihat, suasana penuh sesak yang terasa tidak perlu peduli dengan orang-orang yang berada disekitar dan dari naik sampai turun tidak terlihat rasa ingin tau siapa orang yang dihadapannya.
Lebih-lebih tidak ada 1 orangpun terlihat yang tidak memperhatikan gadgetnya masing-masing. Suasana yang begitu penuh sesak, menjadi terasa sepi tanpa ada manusia lain. Untungnya suasa yang bercampur baur terdengar sayup-sayup suara masinis yang mengingatkan tentang risiko pencurian, pelecehan dan mendahulukan orang tua dan perempuan.
Suasana bersih gerbong juga menolong membuat suasana sesak menjadi lebih nikmat, perjalanan 1 jam Stasiun Karet ke Stasiun Bogor dengan berdiri langsung hilang saat disambut suasana rintik hujan stasiun Bogor yang berhadapan dengan alun-alun Bogor.

Selamat menikmat semua kehidupan, sahabat-sahabat di Bogor dan sekitarnya terimakasih atas waktunya sehingga bisa bersilaturahim dengan suasana yang sangat hangat, semoga semua selalu dalam lindungan Alloh, dalam kebaikan dan dilimpahi keberkahan hidup olehNya.