{"id":721,"date":"2026-05-02T11:57:29","date_gmt":"2026-05-02T04:57:29","guid":{"rendered":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/?p=721"},"modified":"2026-05-02T12:43:47","modified_gmt":"2026-05-02T05:43:47","slug":"kita-buruh-atau-bukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/","title":{"rendered":"Kita Buruh atau Bukan?"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Ketika Semua yang Hidup dari Kerja Berada dalam Perjuangan yang Sama<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"490\" height=\"663\" src=\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-726\" srcset=\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png 490w, https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1-222x300.png 222w\" sizes=\"auto, (max-width: 490px) 100vw, 490px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><em><strong>May Day<\/strong><\/em> (hari buruh) kemarin&#8230;.. mestinya bukan hanya milik mereka yang bekerja di pabrik, mengenakan seragam lapangan, mengoperasikan mesin, atau menerima upah harian. Hari Buruh adalah momentum untuk melihat lebih jujur bahwa selama seseorang masih bekerja, masih menggantungkan hidup pada penghasilan, masih menjalankan pekerjaan berdasarkan arahan, perintah, target, sistem, atau kebutuhan pihak lain, maka sesungguhnya ia berada dalam ruang yang sama, ruang perjuangan kaum pekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Kata <strong><em>buruh<\/em><\/strong> sering kali dipahami secara sempit. Seolah-olah buruh hanya mereka yang bekerja dengan tenaga fisik, berada di lapisan bawah struktur ekonomi, atau bekerja di sektor industri. Padahal, dalam kenyataan sosial, buruh memiliki banyak wajah. Ada buruh formal yang bekerja di kantor, perusahaan, sekolah, kampus, rumah sakit, lembaga pemerintahan, dan institusi swasta. Ada buruh informal yang bekerja di pasar, jalanan, ladang, bengkel, rumah tangga, warung, kendaraan, dan ruang-ruang kerja yang tidak selalu mendapat perlindungan memadai. Ada pula mereka yang disebut profesional<em> (dosen, guru, dokter, advokat, konsultan, jurnalis, pekerja seni, pekerja digital, tenaga ahli, hingga pekerja lepas)<\/em>. Statusnya berbeda, tetapi hakikatnya sama, mereka bekerja untuk mempertahankan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia, hubungan kerja dikenal melalui tiga unsur utama, yaitu <strong><em>pekerjaan, upah, dan perintah<\/em><\/strong>. Rumusan ini juga tercantum dalam dokumen Undang-Undang Ketenagakerjaan yang dipublikasikan oleh International Labour Organization (ILO) Jakarta, bahwa hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja\/buruh berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah. Tiga unsur ini memberi cermin bahwa buruh bukan sekadar soal nama jabatan, tetapi soal relasi, ada pekerjaan yang dilakukan, ada upah atau imbalan yang diterima, dan ada perintah atau kendali yang harus dipatuhi.<\/p>\n\n\n\n<p>Unsur <strong>pekerjaan<\/strong> menunjukkan bahwa seseorang menyerahkan tenaga, pikiran, waktu, keterampilan, dan tanggung jawabnya untuk menghasilkan sesuatu. Unsur <strong>upah<\/strong> menunjukkan bahwa kerja itu dilakukan untuk memperoleh penghidupan, baik berupa gaji, honor, komisi, bayaran jasa, tunjangan, insentif, maupun bentuk imbalan lain. Sedangkan unsur <strong>perintah<\/strong> menunjukkan adanya arahan, kontrol, instruksi, target, jadwal, prosedur, standar kerja, bahkan algoritma atau sistem yang mengatur bagaimana seseorang harus bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Hubungan kerja juga tidak cukup hanya dilihat dari nama kontraknya, tetapi dari kenyataan pelaksanaan kerja. ILO melalui <strong><em>Employment Relationship Recommendation, 2006 No. 198<\/em><\/strong> menekankan pentingnya melihat fakta adanya pekerjaan dan imbalan, termasuk indikator subordinasi atau ketergantungan, seperti pekerjaan dilakukan berdasarkan instruksi dan kontrol pihak lain, dilakukan untuk kepentingan pihak lain, serta remunerasi menjadi sumber utama penghasilan pekerja. Dengan cara pandang ini, seseorang tidak otomatis bebas hanya karena disebut <em>\u201cmitra\u201d, \u201cprofesional\u201d, \u201ctenaga ahli\u201d,<\/em> atau <em>\u201cfreelancer\u201d<\/em>, sebab yang perlu dilihat adalah apakah ia tetap bergantung secara ekonomi dan tunduk pada sistem kerja pihak lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah makna buruh menjadi lebih luas. Seorang karyawan tetap adalah buruh dengan status formal. Seorang pekerja kontrak adalah buruh dengan batas waktu. Seorang tenaga honorer adalah buruh yang menunggu kepastian. Seorang pengemudi daring adalah buruh yang dikendalikan aplikasi. Seorang pekerja lepas adalah buruh yang bergantung pada klien. Seorang dosen, guru, dokter, advokat, atau konsultan pun, selama masih bekerja berdasarkan penugasan, jadwal, target, honorarium, kontrak, atau sistem kelembagaan, tetap berada dalam realitas kerja yang memiliki unsur ketergantungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang membedakan hanyalah bentuk perintahnya. Ada perintah yang datang langsung dari atasan. Ada perintah yang lahir dari surat tugas. Ada perintah yang tertulis dalam kontrak. Ada perintah yang berbentuk target kinerja. Ada perintah yang muncul dari aplikasi digital. Ada pula perintah yang tidak terlihat, tetapi sangat kuat: kebutuhan hidup. Cicilan, biaya sekolah anak, kebutuhan dapur, biaya kesehatan, tanggungan keluarga, dan ketidakpastian masa depan sering kali menjadi \u201c<em>perintah sunyi\u201d<\/em> yang membuat manusia terus bekerja, meskipun tubuh dan pikirannya telah lelah.<\/p>\n\n\n\n<p>Upah pun tidak boleh dipahami sekadar angka dalam slip gaji. Upah adalah beras di dapur, listrik yang tetap menyala, ongkos anak sekolah, biaya berobat, cicilan rumah, transportasi harian, dan harapan kecil untuk hidup lebih baik. Karena itu, ketika upah tidak layak, yang terganggu bukan hanya pekerja, tetapi juga keluarganya. Ketika upah terlambat, dipotong, atau tidak sebanding dengan beban kerja, yang terluka bukan hanya ekonomi, tetapi juga martabat manusia. Pekerja tidak boleh dipandang hanya sebagai alat produksi atau mesin pencetak keuntungan. Karena itu, setiap pekerjaan seharusnya ditempatkan dalam kerangka martabat, keadilan, keamanan, dan perlindungan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari Buruh seharusnya mengingatkan kita bahwa pekerja bukan <em>sekadar \u201csumber daya manusia<\/em>\u201d, melainkan manusia yang memiliki keluarga, rasa lelah, harapan, ketakutan, dan martabat. Di balik seragam kerja ada anak yang harus dibiayai. Di balik jas rapi ada tekanan target. Di balik profesi terhormat ada ketergantungan pada sistem. Di balik pekerjaan informal ada risiko tanpa jaminan. Di balik kerja harian ada kecemasan apakah besok masih ada penghasilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, Hari Buruh bukan hanya hari tuntutan, tetapi juga hari kesadaran. Kesadaran bahwa pekerja formal tidak boleh merendahkan pekerja informal. Profesional tidak boleh merasa lebih tinggi dari pekerja lapangan. Pekerja kantor tidak boleh melupakan buruh pabrik. Sebab semua yang hidup dari kerja sedang berada dalam perjuangan yang sama, meskipun tempat, status, penghasilan, dan cara kerjanya berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kerangka ILO, kerja yang ideal adalah <strong><em>decent work<\/em><\/strong>, yaitu kerja yang produktif, memberi pendapatan yang adil, menjamin keamanan di tempat kerja, menyediakan perlindungan sosial, membuka kesempatan pengembangan diri, serta memberi ruang bagi pekerja untuk menyampaikan suara dan kepentingannya. Maka, memperingati Hari Buruh berarti memperjuangkan agar setiap orang yang bekerja tidak hanya \u201cpunya pekerjaan\u201d, tetapi juga bekerja dalam keadaan layak, aman, adil, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, selama manusia masih bekerja untuk hidup, selama ia masih membutuhkan upah atau imbalan, selama ia masih menjalankan pekerjaan di bawah perintah, arahan, kontrol, target, sistem, atau ketergantungan kepada pihak lain, maka ia adalah bagian dari dunia buruh. Nama status boleh berbeda, tetapi hakikat perjuangannya sama: manusia yang menjaga kehidupannya melalui kerja.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Selamat Hari Buruh, \u00a0<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Untuk Kita\u2026.!!!<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Untuk semua yang bekerja dengan tangan, pikiran, hati, dan tanggung jawab.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Semoga setiap pekerjaan dihargai, setiap upah dimuliakan, setiap perintah dijalankan secara adil, dan setiap pekerja diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar alat produksi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika Semua yang Hidup dari Kerja Berada dalam Perjuangan yang Sama May Day (hari buruh) kemarin&#8230;.. mestinya bukan hanya milik mereka yang bekerja di pabrik, mengenakan seragam lapangan, mengoperasikan mesin, atau menerima upah harian. Hari Buruh adalah momentum untuk melihat lebih jujur bahwa selama seseorang masih bekerja, masih menggantungkan hidup pada penghasilan, masih menjalankan pekerjaan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-721","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-home"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kita Buruh atau Bukan? - sepaters.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kita Buruh atau Bukan? - sepaters.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika Semua yang Hidup dari Kerja Berada dalam Perjuangan yang Sama May Day (hari buruh) kemarin&#8230;.. mestinya bukan hanya milik mereka yang bekerja di pabrik, mengenakan seragam lapangan, mengoperasikan mesin, atau menerima upah harian. Hari Buruh adalah momentum untuk melihat lebih jujur bahwa selama seseorang masih bekerja, masih menggantungkan hidup pada penghasilan, masih menjalankan pekerjaan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"sepaters.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-02T04:57:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-02T05:43:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"490\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"663\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ahmad Syaifudin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ahmad Syaifudin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ahmad Syaifudin\",\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#\/schema\/person\/e104260704fae0b06b3c51a554d9975b\"},\"headline\":\"Kita Buruh atau Bukan?\",\"datePublished\":\"2026-05-02T04:57:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-02T05:43:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/\"},\"wordCount\":950,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png\",\"articleSection\":[\"Home\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/\",\"url\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/\",\"name\":\"Kita Buruh atau Bukan? - sepaters.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png\",\"datePublished\":\"2026-05-02T04:57:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-02T05:43:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#\/schema\/person\/e104260704fae0b06b3c51a554d9975b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png\",\"width\":490,\"height\":663},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kita Buruh atau Bukan?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/\",\"name\":\"sepaters.com\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#\/schema\/person\/e104260704fae0b06b3c51a554d9975b\",\"name\":\"Ahmad Syaifudin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/af4d3d4f0ac51cba1de906081d1d723dc0f259cee6f677948df22253bc37a7cc?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/af4d3d4f0ac51cba1de906081d1d723dc0f259cee6f677948df22253bc37a7cc?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ahmad Syaifudin\"},\"url\":\"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/author\/ahmad\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kita Buruh atau Bukan? - sepaters.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kita Buruh atau Bukan? - sepaters.com","og_description":"Ketika Semua yang Hidup dari Kerja Berada dalam Perjuangan yang Sama May Day (hari buruh) kemarin&#8230;.. mestinya bukan hanya milik mereka yang bekerja di pabrik, mengenakan seragam lapangan, mengoperasikan mesin, atau menerima upah harian. Hari Buruh adalah momentum untuk melihat lebih jujur bahwa selama seseorang masih bekerja, masih menggantungkan hidup pada penghasilan, masih menjalankan pekerjaan...","og_url":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/","og_site_name":"sepaters.com","article_published_time":"2026-05-02T04:57:29+00:00","article_modified_time":"2026-05-02T05:43:47+00:00","og_image":[{"width":490,"height":663,"url":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png","type":"image\/png"}],"author":"Ahmad Syaifudin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ahmad Syaifudin","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/"},"author":{"name":"Ahmad Syaifudin","@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#\/schema\/person\/e104260704fae0b06b3c51a554d9975b"},"headline":"Kita Buruh atau Bukan?","datePublished":"2026-05-02T04:57:29+00:00","dateModified":"2026-05-02T05:43:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/"},"wordCount":950,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png","articleSection":["Home"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/","url":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/","name":"Kita Buruh atau Bukan? - sepaters.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png","datePublished":"2026-05-02T04:57:29+00:00","dateModified":"2026-05-02T05:43:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#\/schema\/person\/e104260704fae0b06b3c51a554d9975b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#primaryimage","url":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png","contentUrl":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/Buruh-1.png","width":490,"height":663},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/2026\/05\/02\/kita-buruh-atau-bukan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kita Buruh atau Bukan?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#website","url":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/","name":"sepaters.com","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#\/schema\/person\/e104260704fae0b06b3c51a554d9975b","name":"Ahmad Syaifudin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/af4d3d4f0ac51cba1de906081d1d723dc0f259cee6f677948df22253bc37a7cc?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/af4d3d4f0ac51cba1de906081d1d723dc0f259cee6f677948df22253bc37a7cc?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ahmad Syaifudin"},"url":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/author\/ahmad\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=721"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":729,"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions\/729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sepaters.com\/v1\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}