Di satu kesempatan, ketika hendak menggunakan toilet kereta api ada hal menarik terjadi. Seorang wisatawan asing dengan seksama tengah merekam kondisi toilet. Bule ini, baru saja menyelesaikan rekaman ketika saya melintas di bordes kereta.
Toilet bersih, tentu memberikan kesan baik pada siapa saja. Apalagi untuk fasilitas publik seperti kereta api. Itulah salah satu hal yang kini jamak kita rasakan dari hadir nya pelayanan angkutan umum di tanah air.
Kondisi ini, tentu berbeda dengan beberapa tahun silam. Saat belum ada transformasi pelayanan moda angkutan umum menjadi lebih akses dan bersih.
Kebersihan toilet, bukan hal yang tiba-tiba terasakan seperti saat ini. Kisah toilet pesing, bau dan kotor jamak bisa diceritakan ulang di beragam fasilitas pelayanan publik di tanah air.

Di terminal bus berbagai kota maupun kabupaten di Indonesia, toilet adalah lahan bisnis yang dulu dikelola ala kadarnya. Asal untung saja, beda jauh dengan kondisi terkini.
Kondisi toilet bersih, akses gratis untuk publik kini menjadi ikon pelayanan kepada publik oleh banyak pihak. SPBU, terminal, stasiun KA, tempat ibadah, armada bus AKDP hingga di taman kota sekarang bisa dengan mudah publik mengaksesnya. Ada yang menerapkan bayar, ada yang memberikan layanan toilet gratis. Di pusat perbelanjaan modern, ritel beri akses gratis untuk fasilitas toilet.
Hal yang pasti, ada banyak pengelola yang bisa meraih untung berbisnis toilet ini. Ibarat nya cari rejeki tinggal duduk saja, cuan atau duit datang sendiri.
Bersyukur juga, ada model pelayanan toilet gratis yang disediakan oleh sejumlah pemerintah daerah, juga ada difasilitasi BUMN. Rakyat sudah bayar pajak, bisa merasakan langsung pelayanan publik yang dibutuhkan, tak perlu merogoh kocek lagi, pas lagi kebelet.
********
Cerita toilet dan kebersihan, relasi nya dengan kesehatan masyarakat butuh waktu panjang untuk sosialisasi. Ada cerita bagaimana jambanisasi, (program bangun WC) pernah hadirkan kelucuan.
Upaya pembuatan toilet atau jamban sehat dikerjakan terutama untuk daerah berpenduduk miskin dan memiliki kebiasaan BAB di sungai. Kalau mau buang air besar, kaki harus terendam air.
Saat terbangun toilet, maka desain nya harus sesuai budaya. Lucunya adalah, ada warga yang mengaku susah BAB kalau tidak ada mengalir. Proyek jambanisasi berjalan, setelah di cek kembali beberapa waktu, toilet bersih tidak pernah terpakai.
Seiring perkembangan jaman, bertambahnya kreatifitas dan keragaman ide desain maka hadir toilet era terbaru yang unik. Toilet berdinding transparan, yang dirasakan makin modern.
Fungsi dan keberadaan toilet dulu tertutup, kini malah jadi obyek tontonan hasil dari ekplorasi ide designer interior.

Mengumpulkan cerita “urusan ke belakang” di nusantara dari waktu ke waktu tentu butuh berkeliling daerah lebih ke pelosok penjuru.
Lebih jauh kala bahas budaya toilet di berbagai suku bangsa dunia, tentu lebih menarik lagi. Semoga di lain kesempatan, bisa merangkum cerita lebih lengkap. Ada budaya cebok menggunakan air ada yang pakai tissue.
Hal yang penting dicatat, pas momentum 80 tahun Indonesia Merdeka, 17 Agustus 2025, bangsa ini jelas memiliki banyak kemajuan dan ada perubahan besar yang terjadi, dalam hal urusan hajat hidup natural warga negara, tentu saja masih ada sebagian yang tertinggal, belum terpenuhi akses pelayanan publik pemerintah.
Ternyata ada wajah pelayanan publik bisa kita temukan di toilet-toilet. Berapa banyak atau sedikit makanan, mahal atau murah harga makanan, halal atau haram, duit hasil korupsi atau tidak atas beragam jenis makanan yang disantap, berakhir di toilet.