Piknik Tidak Perlu Nunggu Kaya

foto piknik keluargaku @pantai tambak rejo blitar

Saya bilang ke istri saya, setiap bulan kita akan piknik keluarga.

‎Ini akan menjadi semacam agenda tetap keluarga kami.

‎Mungkin bagi banyak orang lain ini pemborosan, apalagi secara finansial kami hidup masih pas-pasan. Saya bahkan tidak pernah punya uang lebih dari sejuta di rekening saya, apa lagi tabungan masa depan.

‎Tapi kawan, seandainya anak kami sekarang berumur sudah 10 tahun umurnya. Kalau menunggu cukup uang, saya mungkin akan kaya ketika dia sudah berumur 20 tahun.

‎Ketika itu terjadi, saya yakin anak kami akan lebih memilih berpiknik dengan kawan-kawan sekolah atau kampusnya. Kalaupun mau ikut piknik keluarga, dia akan ikut dengan “terpaksa”.

‎Tidak seperti sekarang, dia sangat semangat menunggu acara piknik keluarga kami.

‎Jadi prinsip saya piknik ”tidak perlu menunggu kaya dulu”. Kami menikmati saat-saat kegembiraan menikmati piknik keluarga bersama. Suatu saat saya mungkin hanya akan piknik berdua saja dengan istri saya, karena saat itu anak kami akan lebih memilih piknik bersama kawan, pacar atau genk mereka sendiri.

‎Saya juga tidak akan menunggu sukses dulu. Karena sepuluh tahun yang akan datang, di saat kami mungkin sukses (kaya), gigi kami tidak akan sekuat sekarang untuk mengunyah aneka ragam kuliner di tempat wisata. Otot kaki kami tidak akan sekuat sekarang untuk berjalan dan berlari menikmati pesonaalam. Karena itu kami tidak akan menunggu kaya atau sukses dulu untuk piknik keluarga.

Let’s Go to Picnic Now!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *