Branding vs Promosi Apa Bedanya Sih

Di era digital terkini, jika diberikan pilihan untuk melakukan penetrasi ke pasar, mana yang paling efektif dikerjakan oleh pemilik usaha? Bekerja keras atau bekerja cerdas untuk menjangkau konsumen?

Tentu sah saja, memilih dua hal sekaligus dalam upaya meraih keuntungan usaha. Bekerja keras dengan hard selling atau mengupayakan segala lini penjualan guna mendekatkan produk ke pelanggan sekaligus bekerja cerdas dengan memanfaatkan beragam tools marketing bahkan penggunaan artificial intelligence alias akal imitasi. Sah saja semua dikerjakan demi meraup untung dalam usaha.

Tentu sahaja harus tersedia alokasi dana yang cukup untuk memastikan produk dan jasa usaha lebih dikenal di benak konsumen. Bagi sejumlah pelaku usaha kecil, dengan dana terbatas pilihan rasional adalah model penjualan langsung.

Di lapak pasar, di baazar dan di beragam kesempatan event pameran adalah titik temu dengan konsumen secara langsung. Syukur jika laris dagangan, produk cepat habis dibeli konsumen. Itulah kondisi ideal yang diinginkan setiap pelaku usaha.

Silakan membuat survei sederhana, merk apa saja yang paling sering digunakan dalam urusan keseharian untuk mencuci pakaian, mencuci piring, atau mencuci tangan. Sudah? Catat baik-baik, kenapa memilih merk atau brand tertentu. Kenapa memilih produk sabun A, tidak memilih yang lain dengan fungsi yang sama.

Branding, adalah kegiatan terencana yang dilakukan oleh tiap produsen barang dan jasa untuk menancapkan persepsi, ingatan atas nama, jenis produk atau jasa.

Konsumen memiliki kepercayaan dan pilihan sadar atas produk dan jasa dengan spesifikasi khusus yang selalu diingat, di pilih dan loyal. Keberhasilan kangkang dan kampanye branding, menancapkan imaji produk dan jasa layanan jelas butuh waktu panjang. Sebut saja apa misalnya, yang populer di pelosok negeri saat ini, SUNLIGHT untuk mencuci piring misalnya, RINSO untuk mencuci pakaian, SO KLIN mengepel lantai adalah contoh branding / merk.

Sementara jika urusannya promosi, biasanya lebih fokus pada upaya mengenalkan produk dan jasa baik dalam kegiatan above the line maupun below the line dengan target agar lebih dikenal konsumen hingga meningkatkan omset produk dan jasa. Promosi harga diskon, satu hal yang mudah dipahami konteksnya.

Tips ssederhana, di era digital sekarang ini baik menjalankan branding juga promosi bisa dikerjakan secara berkelanjutan dan terukur. Sejatinya, apapun medianya, baik offline maupun online dalam format digital, branding dan promosi pasti akan berpatok pada analisa usaha berbasis riset.

Semakin lengkap riset yang dikerjakan, akan memudahkan langkah mem-branding produk dan jasa. Melalui riset bisa juga mempopulerkan produk dan jasa yang dimiliki agar populer, dikenal lalu dibeli.

Ringkasnya, upaya branding produk dan jasa bukan sekedar urusan ikonik, logo, nama produk dan jasa tapi lebih membangun karakter, identitas, persepsi, ingatan, pengalaman atas produk dan jasa hingga masuk di hati dan pikiran konsumen.

Branding membangun loyalitas, sementara promosi menarik perhatian khalayak melengkapi cara menggaet konsumen dengan jalan penawaran disparitas harga, diskon, hingga pilihan variasi produk dan jasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *